Surplus UPK kecamatan Pamotan Tahun 2017 Alami Penurunan

LINTASREMBANG.ISKNEWS.COM, Pemerintahan - Dikarenakan tingkat Non Performing Loan (NPL) tinggi mengakibatkan surplus Unit Pengelola Kegiatan (UPK) kecamatan Pamotan tahun 2017 mengalami penurunan. Dari data yang dihimpun surplus UPK tahun 2016 mencapai Rp 563 juta sedangkan tahun 2017 turun menjadi Rp 482 juta. 

NPL atau kredit bermasalah UPK kecamatan pamotan mencapai 25% bila dihitung dari dana yang bergulir, sedangkan apabila dihitung dari total asset mencapai lebih dari 15%. Angka tersebut melebihi standart yang ada dalam perbankan yang hanya mematok nilai maksimal untuk NPL adalah 5%. 

Mengenai hal itu, Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) kecamatan Pamotan Purwanto mengatakan adanya kasus penyelewengan dana dengan motif mengajukan pinjaman dana dengan peminjam fiktif.

Bupati Rembang, H.Abdul Hafidz memberikan pengarahan saat penyaluran dana sosial kelembagaan BKAD-UPK Kec.Pamotan (Rendy/ISKNEWS.COM)

“Dia itu membawahi beberapa kelompok. Dari kasus di lapangan, dia menyalahgunakan KTP. KTP dari warga yang pernah meminjam ke kita dipakai untuk mengajukan pinjaman lagi tanpa sepengetahuan yang punya KTP. Totalnya ada Rp 340 juta,” bebernya

Purwanto menambahkan, dengan adanya bantuan dana sosial dari UPK yang disalurkan kepada pemanfaat dana pinjaman diharapkan dapat menambah jalinan antar keduanya. Warga bisa merasa lebih memiliki UPK. 

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz saat memberikan sambutan dalam kegiatan pembagian Bantuan Sosial Surplus UPK tahun 2017, pada Senin (16-04-2018) pagi, di lingkungan kantor kecamatan Pamotan berpesan, agar UPK kecamatan Pamotan lebih berhati-hati sebelum memberikan pinjaman.

“Sistemnya sudah ada, tinggal kita mengevaluasi yang kemarin masalahnya apa untuk memberikan solusi. Yang sedang berjalan ini kita berdayakan semua. Mungkin kita bisa lebih selektif di dalam memberikan pinjaman pada orang. Supaya tidak menambah NPL. Yang paling penting sebelum menggulirkan dana agar tidak ada masalah  maka prinsip kehati-hatian harus ada,” tegasnya.

Tingginya NPL UPK kecamatan Pamotan juga dipengaruhi adanya satu kasus penyelewengan dana dari salah satu oknum koordinator kelompok SPP yang menggondol dana sebesar Rp. 340jutaan. Kasus yang sudah dibawa ke ranah hukum ini sangat tidak diharapkan terjadi untuk yang kedua kalinya. (RTW) 

No comments

Powered by Blogger.