Kembali, 25 RTLH Segera Dibongkar

Rembang, ISKNEWS.COM - Sebanyak 25 rumah tidak layak huni akan kembali dibedah oleh Pemerintah Kabupaten Rembang, menggunakan anggaran yang berasal dari dana CSR. Anggaran tersebut berjumlah Rp 250 juta dengan rehab masing-masing rumah sebesar Rp 10 juta.

Sebelumnya, di tahun 2017 lalu, Pemkab Rembang berhasil membedah 3 ribu rumah tidak layak huni. Sedangkan untuk tahun ini, melalui dana CSR sejumlah perusahaan tahun 2018, pemerintah daerah akan kembali membedah 4 ribu rumah warga miskin.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat sambutan dalam acara penyerahan CSR di ruang rapat Bupati, Selasa (20-03-2018), sangat mengapresiasi pembagian program CSR. Menurutnya jumlah rumah tidak layak huni di Rembang mencapai 23 ribu lebih.

Bupati Rembang Abdul Hafidz foto bersama Direktur BRI Cabang Rembang Yuwanda Rahman dan Perwakilan Penerima. (Rendy/ISKNEWS.COM)


"Di Rembang masih banyak rumah tidak layak huni yang perlu ditangani. Tahun kemarin kita bedah 3 ribu. Tahun ini kita 4 ribu rumah," bebernya.

Bupati menambahkan, Hal itu merupakan fakta yang harus segera ditangani. Ia berpesan, bagi yang sudah mendapatkan bantuan bedah rumah harus bersyukur, karena masih banyak yang menunggu mendapatkan bantuan.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BRI Rembang, Yuwanda Rahman menjelaskan, bentuk bantuan yang akan disalurkan nantinya diwujudkan dalam bentuk barang dan jasa.

"Bantuan yang kita berikan nanti akan kita wujudkan barang dan jasa," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah bersama pihak pemberi CSR, menyerahkan bantuan simbolis kepada perwakilan penerima bantuan. Penerima bantuan nantinya tersebar di Desa Waru, Kecamatan kota, dan Desa Pranti, Kecamatan Sulang. (RTW/RM)

No comments

Powered by Blogger.