Pascainsiden,Warga Usulkan Pagar Embung Tegaldowo Ditinggikan

LINTASREMBANG.ISKNEWS.COM, Lintas Rembang - Setelah insiden tenggelamnya dua pemuda Desa Tegaldowo dan pengurasan air Embung Tegaldowo, beberapa waktu lalu. Kini masyarakat setempat, mengusulkan Embung Tegaldowo agar dirombak. Pasalnya, bentuk bangunan embung dirasa masyarakat masih membahayakan meskipun sudah dipasang pagar dan papan larangan.

Camat Gunem, Edi Winarno mengatakan, masyarakat berharap pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang dan PT Semen Indonesia, bersedia meninggikan pagar sekeliling embung agar steril dari pengunjung.

"Masyarakat berharap kepada Pemkab dan utamanya PT Semen Indonesia, agar membantu meninggikan pagar agar tidak mudah dilompati pengunjung," ungkapnya, Jumat (02-02-2018).


Lebih lanjut Edi menjelaskan, bagian dalam embung yang dipasang terpal kedap air agar tak mudah meresap, justru malah membahayakan masyarakat jika diinjak karena berlumut. Padahal dilihat dari modelnya, Embung Tegaldowo termasuk bangunan embung modern.

"Embungnya itu harus ada "plengsengannya" agar tidak membahayakan. Kalau ada yang terjatuh, ya langsung masuk di kedalaman lima meter, karena tidak ada bagian yang dangkal," terangnya.

Berdasarkan rencana pembangunannya, selain digunakan untuk pengairan di musim kemarau, keberadaan embung Desa Tegaldowo akan dikembangkan sebagai tempat wisata air. Namun demikian, belum adanya fasilitas, untuk sementara embung dipagar besi, agar tidak digunakan untuk aktifitas berenang.

"Sebetulnya sudah kami pasang rambu dan pagar besi karena mereka anak-anak, dan memang mereka penduduk disitu, jadi mereka main dan mancing di situ. Semulanya karena ada yang melepas ikan di situ jadi banyak yang mancing di situ, tapi tak akan ada korban kalau mereka mancingnya tidak melebihi batas pagar," imbuhnya.

Diketahui, Embung Tegaldowo dibangun di atas lahan 1,3 hektare. Sejak dibangun pada 2016 lalu, jumlah korban tenggelam di Embung Tegaldowo tercatat ada sebanyak 3 orang. (RTW/AM)

No comments

Powered by Blogger.