Kesbangpolinmas Antisipasi Intoleransi Umat Beragama di Rembang

LINTASREMBANG.ISKNEWS.COM, Lintas Rembang - Dalam upaya menjaga kerukunan antar umat beragama, Kesatuan Bangsa dan Politik Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Rembang, menggelar sosialisasi peningkatan toleransi dan kerukunan umat beragama di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati, (24-02-2018) pagi.

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini yang menjadi peserta sasaran sosialisasi merupakan siswa siswi Sekolah Lanjutan Tingakat Atas (SLTA).

Kepala Kesbangpolinmas, Kartono menuturkan, dirinya memilih generasi muda sebagai sasaran sosialisasi dikarenakan banyak siswa siswi di sekolah yang berbeda agama. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan generasi muda bisa menjalin kerukunan antar umat beragama di sekolah.

"Tujuan kami memang agar generasi muda ini, bisa menjalin kerukunan antar umat. Agar bisa bergaul antara pelajar satu dengan yang lain walaupun berbeda agama," ujarnya.

Sosialisasi peningkatan toleransi dan kerukunan umat beragama di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang. (Rendy/ISKNEWS.COM)

Mengenai kerukunan beragama di Kabupaten Rembang, Kartono menyampaikan, kondisi umat beragama masih kondusif. Pihaknya berpesan, agar kerukunan agama di Rembang tidak dipecah belah mengingat adanya Pemilihan Gubernur (Pilgub) 27 Juni mendatang.

"Kalau untuk Rembang kerawanan umat beragama masih kondusif, tapi kami juga perlu waspadai karena di Rembang ini kan terdiri dari berbagai macam agama, apalagi menjelang pilgub jangan sampai mudah dipengaruhi orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk memecah kerukunan di Kabupaten Rembang," terangnya.

Saat disinggung mengenai maraknya berita hoax penyerangan terhadap pemuka agama di beberapa wilayah melalui media sosial, Kartono menghimau, agar generasi muda memiliki filter dalam bermain medsos. Berbagai berita yang disebar melalui medsos harus diwaspadai.

"Justru yang di medsos ini yang rawan, perlu diwaspadai, kita kalau dimedsos ini harus mempunyai filter yang kuat jangan mudah terpengaruh, apalagi sekarang juga sudah diatur dalam Undang Undang IT. Kalo nanti salah-salah bisa dipidana. Harus hati-hati kalau berbagi berita-berita yang tidak baik," imbaunya.

Adanya intoleransi tidak mencerminkan watak dan sikap masyarakat Indonesia secara menyeluruh, namun hanya sebagian kecil saja. Masih banyak penduduk Indonesia yang multi etnis, agama, budaya, bahasa yang dapat hidup berdampingan secara damai. (RTW/AM)

No comments

Powered by Blogger.