Kandungan Lithium Batu Gamping Rembang Jadi Sasaran Tambang

LINTASREMBANG.ISKNEWS.COM, Lintas Rembang - Berdasarkan penelitian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), batu gamping di wilayah Kabupaten Rembang diduga mengandung mineral dalam bentuk lithium. Selain hasil penelitian itu, lithium juga pernah ditemukan dari bongkahan batu gamping milik PT SAF.

Oleh sebab itu, PT Rembang Migas menggelar kegiatan Business Week BUMD Migas Rembang di aula lantai 4 Kantor Bupati Rembang, belum lama ini. Kegiatan tersebut mengangkat tema, Menggali dan mengelola Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Rembang.

Direktur Utama PT Rembang Migas, Zainul Arifin dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengembangkan pengelolaan SDA yang ada di Rembang. Menurutnya, Rembang memang memiliki kekayaan SDA yang luar biasa, seperti gas alam yang segera dikembangkan dan galian C.

"Terlebih di bagian Selatan membentang pegunungan dari Pati hingga Rembang, seluruh kecamatan mengandung jutaan kubik bahan tambang, mulai batu trash, batu kapur, silica dan mungkin sesi kedua ada namanya mineral lithium bahan dari batu batrei,” imbuhnya.

Sosialisasi Business Week BUMD Migas Rembang di aula lantai 4 Kantor Bupati Rembang. (Rendy/ISKNEWS.COM)

Lebih lanjut Arifin mengungkapkan, bahwa dirinya akan menggandeng sejumlah stakeholder yang berkompeten agar penggalian dan pengelolaan SDA yang ada lebih efektif dan maksimal. Selain itu, pengembangan BUMD RME juga akan diupayakan, agar dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak lagi, terutama bagi tenaga kerja lokal.

“Kami mencoba menjalin kerjasama antar stakeholder, baik dari Rembang sendiri maupun dari luar daerah untuk pengelolaan sumber daya alam agar maksimal," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang juga selaku Komisaris Utama PT RME, Subakti mengungkapkan, hasil riset dari LIPI batu gamping yang terdapat kandungan lithium telah memenuhi standar.

Kabar tersebut merupakan kabar baik, mengingat harga lithium bahan baterai hampir setara dengan harga emas. Namun perlu proses atau penelitian lebih lanjut, mengingat kualitas lithium di setiap wilayah berbeda.

"Lithium ini harga jualnya setara dengan emas, tapi tentu ada penelitian lebih lanjut karena kualitas gamping di tiap wilayah berbeda, yang bagus bisa diambil lithiumnya yang jelek bisa dimasukkam ke pabrik semen. Ini harapannya bisa semakin mensejahterakan warga dengan peningkatan perekonomian Rembang," ujar Subakti yang juga selaku Komisaris Utama PT RME.

Selain di wilayah Kabupaten Rembang, lithium juga ditemukan di wilayah Grobogan dan Tuban Jawa Timur. Temuan tersebut diperkuat dengan pernah ditemukannya juga lithium dalam bongkahan batu gamping PT SAF, beberapa waktu lalu. (RTW/AM)

No comments

Powered by Blogger.