Dalam 5 Bulan, BPN Targetkan 40 Ribu Bidang Tanah Selesai PTSL

LINTASREMBANG.ISKNEWS.COM, Lintas Rembang - Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Rembang menggelar sosialisasi program pendaftaran tanah sistem lengkap (PTSL) di aula lantai 4 gedung setda Rembang, Kamis (01-02-2018) pagi. Dalam acara tersebut, dihadiri oleh Kepala Desa, Camat yang wilayahnya menjadi sasaran program tersebut, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Kepala BPN Rembang, Ronald F.P.M Lumban Gaol dalam sambutannya mengatakan, tujuan diadakannya sosialisasi tersebut guna memberikan wawasan serta bagaimana tata cara PTSL. Ditahun 2018 BPN menargetkan sebanyak puluhan ribu bidang tanah yg disertifikatkan dapat ikut serta dalam program PTSL.

"Tahun 2018 untuk kantor pertanahan kabupaten Rembang dalam program pendaftaran tanah sistem lengkap dengan target 40 ribu bidang tanah," jelasnya

Terdapat 30 desa yang tersebar di enam kecamatan menjadi sasaran PTSL tahun ini. PTSL tersebut juga menyasar UKM, perikanan tangkap dan budidaya.

Ke 30 desa yang menjadi sasaran PTSL tahun 2018 ini antara lain wilayah kecamatan Sumber Desa Sekarsari, Rukem, Bogorame, Polbayem, Kedungtulup, Kedungasem, Jadi, Grawan dan Bogorejo, Jatihadi. 


Untuk Kaliori meliputi desa Karangsekar, Sambiyan, Dresi Wetan, Maguan, Kuangsan. Wilayah kecamatan Sulang yakni desa Karangsari, Landoh, Sulang, Tanjung, Kemadu, Kunir, Pedak, Seren dan Kerep,

Untuk Kecamatan Pamotan diantaranya Sendangagung, Japerejo, Mlagen, Tempaling dan satu dari Kecamatan Bulu yaitu Lambangan Wetan serta Kecamatan Kragan Desa Narukan.

Sementara itu, Bupati Rembang H. Abdul Hafidz menuturkan, pemerintah selalu ingin mengakomodir lebih banyak tanah yang bersertifikat. Untuk itu desa yang sudah siap namun belum terakomodir tahun 2018 ini bisa mendaftar ke BPN untuk tahun 2019 mendatang.

"Saya ingatkan bahwa meskipun program PTSL ini dibiayai oleh APBN, namun ada biaya lain diluar itu yang mana menjadi tanggung jawab pemerintah desa. Seperti biaya patok dan lainnya harus sesuai," imbuhnya

Bupati melanjutkan, dengan semakin banyaknya tanah masyarakat yang bersertifikat tentu akan membawa dampak positif. Diantaranya dampak ekonomi dan sosial.

"Program ini akan membawa dampak positif bagi masyarakat, baik dampak ekonomi maupun sosial. Kemudian sertifikat tanah ini bisa digunakan masyarakat untuk mengembangkan usahanya atau tambahan modal," katanya.

Sebelumnya, ditahun 2017 BPN telah menyelesaikan target 17 ribu bidang tanah. Untuk tahun ini ditarget sebanyak 40 ribu bidang tanah dalam waktu lima bulan atau sampai bulan Juni 2018 mendatang dapat terselesaikan semua. (RTW/AM)

No comments

Powered by Blogger.