Usai Mendapat Teguran, Puluhan PKL Lakukan Kerja Bakti

LINTASREMBANG.ISKNEWS.COM, Lintas Rembang - Mendapat peringatan tegas seusai tinjauan, puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) dikawasan alun-alun Rembang melakukan kerja bakti pada hari Selasa (16/01/2018) pagi. Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan kerja bakti dimulai dari membersihkan sampah hingga kotoran bekas limbah jualan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Suharso mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bentuk tindak lanjut dari tinjauan Bupati Rembang H. Abdul Hafidz saat melakukan kegiatan Jum'at bersih dengan bersepeda diwilayah kota Rembang terutama kawasan alun-alun pada hari Jum'at (12/01/2018). Pasalnya alun-alun merupakan titik pantau penilaian adipura, jadi diharapkan semua lingkungan alun-alun bisa bersih tanpa ada sisa limbah maupun sampah PKL.

"Dengan adanya kemarin pak Bupati kesini, PKL hari ini ada tindak lanjutnya setelah rapat kemarin, tindak lanjutnya hari ini untuk melaksanakan kebersihan dimana PKL itu berjualan, sehingga ini membuktikan PKL berpartisipasi untuk membersihkan kawasan tersebut, " ujarnya.



Suharso menyebutkan, ada tiga hal yang akan dilakukan mengenai kebersihan PKL dikawasan alun-alun. Ketiga hal tersebut diawali mulai dari pemakaian tempat berdagang setelah digunakan sampai pembuangan limbah atau sampahnya.

"Yang pertama bagaimana tempat itu bersih setelah dipakai, kedua bagaimana setelah dipakai itu tidak meninggalkan bekas-bekas, ketiga tindak lanjutnya terhadap penggunaan kebersihan seperti cuci piring dan lainya akan dikelola oleh PKL melalui pembuangan yang disatukan dikantong plastik atau sebagainya," jelasnya.

Para PKL akan berupaya untuk membersihkan kawasan alun-alun mulai hari selasa hingga hari Jum'at. Sehingga saat ada tinjuan kembali kawasan tersebut bisa kembali bersih.

"Semua yang terlibat melakukan kebersihan dari paguyuban PKL, dari Selasa sampai Jum'at akan berupaya, ini bukti gregetnya PKL atas teguran Bupati dari tindak lanjut dilapangan," terangnya.

Tidak hanya itu, setelah upaya tersebut dilakukan, untuk kedepannya DLH akan melakukan kontrol jadwal kebersihan secara rutin setiap Jum'at pagi oleh para PKL. Agar kebersihan kawasan alun-alun dapat tetap terjaga.

"Saya minta kepada PKL setelah bersih itu tindak lanjutnya apa, yaitu tindak lanjutnya nanti para pedagang akan mengumpulkan iuran setiap saat hasil jualan yang digunakan untuk kegiatan bersih-bersih," pungkasnya.

Menanggapi perihal uang iuran PKL, Ketua Paguyuban PKL alun-alun, Sriyono menjelaskan, setiap PKL akan ditarik uang iuran sejumlah Rp. 2000 per hari. Uang iuran tersebut nantinya akan digunakan untuk biaya kebersihan dalam kerja bakti tersebut.

"Untuk biaya dan dana dari uang kas PKL sendiri, untuk tarikannya perhari Rp. 2000 untuk setiap PKL yang berjumlah 94 anggota tapi yang 10 orang ditarik Rp.1000 dikarenakan berasal dari luar Rembang,"pungkasnya. (RTW/YM)

No comments

Powered by Blogger.