Tuntaskan JKN, Pemkab Jalin Kerjasama Dengan BPJS

LINTASREMBANG.ISKNEWS.COM, Lintas Rembang - Guna mengentaskan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), kini bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang. Penandatanganan MoU kerjasama dilaksanakan di ruang rapat Bupati Rembang, belum lama ini.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Surmiyati menyebutkan, target BPJ di tahun 2018, seluruh warga Kabupaten Rembang sudah harus terdaftar dalam program JKN-KIS. Dalam hal ini keterlibatan jajaran Pemkab Rembang sangat diharapkan.

“Pemerintah Kabupaten Rembang telah berkomitmen untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC) bagi warga Rembang, diharapkan seluruh penduduk Rembang mendapatkan perlindungan kesehatan melalui program JKN-KIS tahun ini,” paparnya.


Surmiyati menambahkan, program tersebut sejatinya juga sesuai dengan instruksi Presiden yang tercantum dalam No 8 Tahun 2017. Diketahui, jumlah warga Rembang sebanyak 625.991 jiwa, sedangkan yang sudah terdaftar mencapai 519.108 jiwa.

“Sisanya ini yang kami pacu agar bisa terdaftar dalam program JKN-KIS. Minimal sesuai MoU dengan pak Bupati di angka 95 persen total penduduk. Tindak lanjutnya, Pemkab akan mendaftarkan peserta yang dari kalangan tidak mampu, kami juga akan melakukan penyisiran ke masyarakat,” tuturnya.

Disisi lain, Bupati Rembang, Abdul Hafidz meminta Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk segera turun ke lapangan untuk menyisir masyarakat kurang mampu, supaya segera mendaftar ke BPJS. Agar pencapaian program tersebut bisa didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Rincian miskin dan non miskin ini nanti akan kami pilah dan tindak lanjuti dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Dan itu tentunya tidak lepas dari penggunaan anggaran. Maka kami tidak henti-hentinya menghimbau agar warga tidak mampu bisa mendaftarkan diri,” tandasnya.

Tercatat, sebanyak hampir 83 persen warga Rembang telah terdaftar dalam program JKN-KIS. Sementara 17 persen sisanya akan terus digenjot, sehingga rampung 100 persen pada akhir tahun 2018. (RTW/AM)

No comments

Powered by Blogger.