Tiga Korban Longsor Direlokasi

LINTASREMBANG.ISKNEWS.COM, Lintas Rembang - Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Rembang mengunjungi korban longsor di Desa Sekarsari kecamatan Sumber, senin (8/1/18) malam. Sebelumnya, terjadi bencana longsor yang disebabkan oleh hujan intensitas tinggi pada hari jum'at (5/1/18) sejak pukul 11.00 Wib s/d pukul 15.00 Wib dan kuntur tanah labil/lembek serta miring dan berada diatas sungai randu gunting yang kondisinya sedang banjir dengan arus yang cukup deras, sehingga terjadi erosi yang menimbulkan longsor.

Sepanjang kurang lebih 80 Meter, tanah longsor telah merusak serambi bagian belakang tiga rumah warga. Ketiga rumah tersebut antara lain rumah Bapak Jayus (58) dengan jumlah jiwa 3 orang, rumah Bapak Rustam (45) jumlah jiwa 3 orang, rumah Bapak Radi (73) jumlah jiwa 3 orang.

Saat ditanya mengenai kunjungannya, Bupati Rembang H. Abdul Hafidz mengatakan, pihaknya ingin semua masyarakat aman dari bencana. Untuk serambi rumah yang rusak akan segera diperbaiki agar pemilik rumah bisa kembali menempatinya kembali.


"Makanya ini nanti akan kita tata sepanjang kurang lebih 80 meter, biar dikemudian hari barangkali yang memiliki ini bisa memanfaatkan lagi," ujarnya.

Ia melanjutkan, untuk barang-barang para korban bencana sudah dipindah secara gotong royong. Dirinya mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang sudah ikut membantu evakuasi korban bencana.

"Saya mengucapkan terimakasih terhadap masyarakat Sekarsari, pak Camatnya, pak Kepala Desanya sama pak RTnya dan swmua warga yang sudah peduli untuk membantu warga yang sudah terkena musibah longsor, dari Polri dan TNI juga guyub dalam bekerjasama," terangnya.

Pihaknya mengatakan, untuk tanah yang longsor nantinya akan dibuat tebing untuk menahan struktur tanah yang labil. Dan untuk pengerjaannya akan dimulai kurang 4 bulan.

Bupati menghimbau kepada masyarakat khususnya dikawasan rawan bencana untuk berhati-hati. Pasalnya masih banyak dijumpai rumah warga yang menyalahi aturan pembangunan rumah yang harusnya berjarak minimal 6 Meter dari bantaran sungai.

"Pemerintah itu sebenarnya sudah menetapkan bantaran sungai dengan rumah itu mestinya berjarak 6 meter, oleh karena itu saya berharap yang akan-akan ini jangan sampai mendekati bantaran sungai paling tidak ada jarak 6 meter," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan bantuan sembako dan uang tunai Rp. 2,5 Juta kepada masing-masing kepala keluarga. Serta akan ditambah lagi Rp. 5 Juta dari dana sosial kemanusiaan melalui bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Rembang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Lato'iful Minan menjelaskan, proses penyerahan bantuan dana sosial kemanusiaan nantinya akan menunggu persetujuan dari Bupati. Setelah itu masing-masing korban akan dikinjungi satu persatu untuk membuat rekening Bank Pembangunan Daerah (BPD) sehingga nantinya bantuan akan dikirim langsung melalui rekening masing-masing.

"Terkait dana bantuan kemanusiaan, kami ada anggaran itu untuk masyarakat yang terkena musibah. Setelah ada dispo dari Bupati, kami akan verifikasi dan bantuan itu akan masuk ke masing-masing rekening dan itu semua sesuai dengan dispo dari Bupati, jika diminta Rp. 5 juta ya kami akan memberikan Rp. 5 Juta," jelasnya.

Untuk sementara waktu dua kepala keluarga korban longsor yaitu Bapak Jayus dan Bapak Rustam akan dibuatkan rumah yang akan dikerjakan secara gotong royong tepatnya di belakang SD 2 Sekarsari Dukuh Dresen Kecamatan Sumber. Sedangkan satu korban longsor lainya yaitu Bapak Radi akan tinggal bersama anaknya. (rtw)

No comments

Powered by Blogger.