Renggut Dua Korban, Embung Tegaldowo Dikuras Warga

LINTASREMBANG.ISKNEWS.COM, Lintas Rembang - Keberadaan embung Desa Tegaldowo, dahulunya dibangun oleh pihak PT Semen Indonesia untuk kepentingan pengairan, dan dikembangkan menjadi sebuah destinasi wisata. Namun saat ini, embung tersebut ramai dibicarakan sejak kejadian seorang remaja desa setempat yang tenggelam pada Sabtu (27-10-2018) kemarin.

Atas kejadian itu, sebagai bentuk kekesalan atas meninggalnya dua pemuda yang tenggelam di embung, warga berinisiatif untuk menguras Embung Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Senin (29-01-2018). Air dari embung dibuang ke saluran persawahan di sekitar embung dengan menggunakan delapan pompa air berukuran besar dan kecil.

Camat Gunem, Edi Winarno mengungkapkan, hal tersebut hanya sekedar pengurasan. Mengingat, dalam kondisi saat ini warga mengkhawatirkan adanya jatuh korban jiwa lagi di lokasi.


"Karena dalam kondisi saat ini, masyarakat masih takut ada korban tengelam susulan. Masyarakat atas inisiatif sendiri, lalu memompa mengambil airnya untuk dikuras," jelasnya, Selasa (30-01-2018).

Ia menjelaskan, sebenarnya sudah ada rambu-rambu larangan yang dipasang di sekitar embung. Namun dikarenakan masih anak-anak, mereka tidak menghiraukan papan larangan tersebut, sehingga jatuh korban jiwa.

"Sebenarnya di sekeliling embung sudah diberi pagar besi untuk mencegah pengunjung masuk, selain itu juga sudah ada rambu-rambu yang terpasang, bahwa dilarang mancing, dilarang lompat dan sebagainya," tambahnya.

Selain dua pemuda, seorang remaja desa setempat juga tenggelam di embung yang sama pada 15 Oktober 2017 lalu. Hingga saat ini, sejak dibangun pada 2016 lalu, jumlah korban tenggelam di Embung Tegaldowo sebanyak 3 orang. (RTW/AM)

No comments

Powered by Blogger.