Curah Hujan Meningkat, Wabah DBD Menyerang 8 Anak di Pamotan.

LINTASREMBANG.ISKNEWS.COM, Lintas Rembang - Imbas dari curah hujan yang tinggi belakangan ini patut diwaspadai oleh warga khususnya di Kabupaten Rembang. Pasalnya kondisi tersebut semakin mempercepat munculnya wabah penyakit demam berdarah yang biasa menyerang anak di bawah umur.

Untuk itu perlu langkah-langkah antisipasi terutama dimusim penghujan seperti ini. Saat ini, sedikitnya delapan warga di desa Pamotan yang semuanya anak- anak telah terserang penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti itu.

Kepala Puskesmas Pamotan, dr.Nur Khotib mengaku, telah melakukan langkah antisipasi sejak bulan november lalu. Mulai dari sosialisasi kepada seluruh kepala desa, siaran keliling menyebarkan informasi pentingnya memeriksa jentik di tampungan- tampungan air seperti di bak air kamar mandi dan genuk.

"Hari ini puskesmas setempat telah melakukan fogging di dua dukuh, yakni dukuh Sambikalung dan dua warga dari dukuh lain. Sekarang ada dua pasien terindikasi penyakit Demam Dengue dan enam Demam Berdarah Dengue (DBD). Delapan warga dalam satu bulan ini telah mendapatkan perawatan," terangnya.


Menurutnya, ada satu langkah antisipasi yang belum berjalan saat ini yaitu pemeriksaan penampungan air dari jentik- jentik nyamuk. Terbukti dari sejumlah rumah yang diperiksa rata- rata ada jentik nyamuk.

Trimo, Ketua RW 7 desa Pamotan mengungkapkan, Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan memang masih rendah, ditambah adanya dua rumah walet yang menggunakan penampungan air yang jarabg dibersihkan. Pihaknya berencana untuk mengusulkan pihak desa lebih mendorong warga agar meningkatkan kepedulian akan kebersihan dengan program jumat bersih terlebih untuk gerakan 3M plus.

"Memang kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan masih rendah. Sudah ada enam warga yang terserang penyakit demam berdarah. Namun saat ini sebagian sudah ada yang pulang setelah mendapatkan perawatan intensif di puskesmas Pamotan maupun di  RSUD dr.R.Soetrasno Rembang," terangnya.

Untuk memerangi wabah DBD tidak cukup hanya dilakukan oleh puskesmas saja. Namun juga perlu adanya peran aktif dari masyarakat yang bergotong royong menjaga kebersihan ligkungan. (RTW/AM)

No comments

Powered by Blogger.