AWAS! Ancaman Enam Tahun Penjara Bagi Penyebar Berita Hoaks

LINTASREMBANG.ISKNEWS.COM, Lintas Rembang - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Rembang bekerja sama dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Rembang, menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif tanpa hoaks untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018. Kegiatan tersebut digelar di Balai Pertemuan Kecamatan Sulang, Rabu (24-01-2018).

Bupati Rembang, Abdul Hafidz melalui Asisten III Sekda Rembang, Noor Effendi mengaku, sosialisasi pengawasan partisipatif tanpa hoaks tepat dilakukan menjelang Pilgub. Pasalnya, menjelang pilgub sering bermunculan isu yang belum tentu kebenarannya.

“Memberikan informasi yang benar bagi masyarakat jadi tantangan bersama. Sebab di era sekarang, banyak informasi masuk ke masyarakat, baik melalui media massa maupun media sosial yang belum tentu kebenarannya,” ujarnya.

Selain itu, Bupati berpesan agar masyarakat harus tahu isi Undang-undang Pers dan kode etik jurnalistik sebagai acuan. Tujuannya, agar publik tahu proses tugas kewartawanan.


“Masyarakat perlu paham mana sosok wartawan atau yang hanya mengaku-ngaku wartawan,” bebernya.

Sekretaris PWI Rembang, Pujianto mengungkapkan, akhir-akhir ini hampir semua kalangan menaruh perhatian serius terhadap ancaman hoaks. Pada dasarnya, berita yang belum tentu kebenarannya itu sengaja dimunculkan untuk merusak situasi.

“Menjelang Pilgub 27 Juni 2018, bukan tidak mungkin hoaks atau kabar bohong sengaja dimunculkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk merusak situasi kondusif,” ujarnya saat memberi sambutan di acara itu.

Sementara itu, Anggota Panwaslu Kabupaten Rembang, Amin Fauzi menyatakan, masyarakat perlu berpartisipasi dalam melakukan pengawasan guna mewujudkan Pemilu yang bersih, transparan dan berintegritas. Selain itu, guna mendorong munculnya kepemimpinan politik yang sesuai dengan aspirasi terbesar rakyat serta mencegah terjadinya konflik.

"Hoaks perlu ditangkal untuk mencegah terjadinya konflik yang dapat menimbulkan kerusuhan," tegasnya.

Disisi lain, Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santoso mengatakan, bahwa pihaknya memiliki pasukan cyber. Tugasnya menangani secara khusus kabar-kabar bohong, terutama yang berpotensi membahayakan.

"Kami memiliki tim cybercrime yang memang ditugaskan untuk menelusuri berita hoaks dan semacamnya, karena berita hoaks ini bisa menimbulkan isu-isu yang dapat menimbulkan kerusuhan, dan penyebar hoaks dapat diancam dengan pidana penjara enam tahun," pungkasnya. (RTW/AM)

No comments

Powered by Blogger.