Warung Diduga Tempat Prostitusi Kembali Dirazia

Lintasrembang.isknews.com, Lintas Rembang - Camat Sarang, bersama Satpol PP Kecamatan, Polsek, dan Koramil serta didampingi Kades Kalipang, bersama tokoh pemuda setempat, mendatangi warung kopi di wilayah RT 001 RW 02 Desa Kalipang, Kecamatan Sarang, yang diduga menjadi tempat prostitusi sejak puluhan tahun yang lalu. Salah satu warung yang didatangi adalah warung milik Warsiti yang diberikan pengarahan oleh pihak kecamatan dan aparat setempat.



Sebelumnya, pada Rabu malam (06/12/2017) sekitar pukul 22.30 WIB, polisi menggrebek sebuah warung yang berada ditepi jalur pantura Desa Kalipang Kecamatan Sarang. Seorang perempuan bernama Wijayanti (39) warga Dukuh Krajan Desa Jugo Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara diamankan karena kedapatan mengkonsumsi sabu-sabu.

Camat Sarang Muttaqin menerangkan, pembinaan oleh pihaknya merupakan tindak lanjut dari temuan hasil oprasi yang dilakukan Satuan Narkoba Polres Rembang, di wilayah tersebut. Didalam warung milik Warsiti, tim forkopimcam, menemukan adanya penyalah gunaan izin usaha. 

Selain itu, didalamnya ditemukan beberapa kamar yang diduga pernah disewakan untuk menerima tamu. Pada tahun 2013, warung tersebut juga pernah mendapatkan surat peringatan dari Satpol PP Rembang dengan hal yang sama. Oleh karena itu dirinya meminta agar pemilik warung mau menaaati aturan dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. 

"Kami menindak lanjuti hasil temuan Satnarkoba kemarin, kemudian kita konfirmasi kepada pemilik warung. Dan kita periksa dagangan yang ada diwarung. Termasuk juga memeriksa penyediaan ruang yang ada disitu. Hasilnya kami dari tim, menemukan terjadi seperti itu, agar tidak terulang lagi, kami memberikan pembinaan kepada pemilik warung" jelas Muttaqin.

Selain warung milik Warsiti, pemerintah Kecamatan Sarang masih akan akan melakukan dua warung lain yang diduga melakukan praktik prostitusi diwilayah Desa Kalipang Kecamatan Sarang.

Tokoh pemuda Desa Kalipang M Rokib yang mewakili warga meminta pemilik warung untuk mentaati aturan yang ada. Jika masih nekat menyewakan kamar untuk menerima tamu, masyarakat desa kalipang tidak segan-segan untuk mengambil tindakan.

"Saya mewakili warga berpesan kepada pemilik warung, untuk mentaati peraturan yang ada. Jika kegiatan praktek ilegal (prostitusi) masih tetap dilakukan, pemuda dan masyarakat desa Kalipang tidak segan-segan untuk menggeruduk dan menutup paksa tempat tersebut. Kami menghormati orang cari makan, akan tetapi harus dengan cara yang halal" kata tokoh pemuda setempat.

Rokib menambahkan, ia siap memberikan pinjaman untuk modal usaha jika memang dibutuhkan. Namun dengan catatan, warung tersebut tidak digunakan untuk aktifitas yang melanggar aturan.

"Saya siap meminjami modal lewat kerja sama dengan bank jika memang mereka membutuhkan modal usaha" tandasnya. (rtw)

No comments

Powered by Blogger.