Tidak Sesuai Harapan, Kontraktor Terancam di Black List

LINTASREMBANG.ISKNEWS.COM, Lintas Rembang - Beberapa proyek pembangunan fisik di Kabupaten Rembang terindikasi tidak sesuai harapan. Para kontraktor tidak bisa menyelesai pekerjaan sesuai dengan target dalam perjanjian kontrak kerja

Pemkab Rembang telah mendeteksi beberapa rekanan yang harus ditekan agar kegitan fisik dalam sepekan ini rampung. Bagi rekanan proyek yang tidak selesai sesuai target, terancam kena denda, black list, atau putus kontrak.


Menanggapi hal tersebut, Bupati Rembang H. Abdul Hafidz mengungkapkan, penyebab molornya kontrak kerja ada berbagai macam factor.  Salah satunya adalah waktu pengerjaan harus sesuai dengan yang telah ditentukan.

"Factor subyektif tidak kami masukkan, yang penting perjanjian kontrak ada hak dan kewajiban," jelasnya.

Namun terlepas dari hal tersebut, ia menegaskan, pemerintah bersama penyedia jasa mempunyai hak dan kewajiban yang harus sama-sama dipenuhi. Jika tidak terpenuhi jelas konsekuensi peraturan dari kontrak kerja akan diberlakukan.

“Kalau memang tidak sesuai dengan target yang dijadwalkan, ya nanti ada aturan main setelah itu . apakah kena denda atau lainnya. Tetapi ini sudah akhir tahun tidak bisa ditolerir lagi” Tegasnya.

Bupati mengaku pada minggu akhir Bulan Desember 2017, pihaknya sudah memetakan semua proyek yang diperkirakan molor. Hingga proyek yang diperkirakan tidak selesai pada tahun ini.

“Kalau bicara kegiatan fisik kami diminggu terakhir Desember 2017 sudah meproteksi mana yang kira-kira, harus kita tekan, dan mana yang sekiranya dipastikan tidak selesai harus mulai ini kita deteksi” tuturnya.

Terkait pengajuan perpanjangan waktu, menjadi hak rekanan sesuai dengan yang tertera pada kontrak. Selama perpanjangan waktu, rekanan bisa dikenai denda. Besarnya adalah 1/1.000 dari nilai kontrak. Bila sudah diperpanjang, tetapi masih belum selesai juga, rekanan akan diputus kontrak. 

Proyek yang tidak dapat terselelasikan sampai akhir tahun 2017, tidak akan mendapatkan toleransi dari pemerintah, karena tahun penganggaran sudah usai. Sehingga, hal tersebut akan menjadi catatan pemerintah setempat. (rtw)

No comments

Powered by Blogger.