Pengajuan LPG Subsidi Bertambah 43 Persen Tahun 2018

LINTASREMBANG.ISKNEWS.COM, Lintas Rembang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang telah usai menghitung kebutuhan elpiji tabung 3 kilogram atau tabung melon untuk tahun 2018. Melalui Bagian Administrasi Perekonomian Setda Rembang diupayakan tambahan 43% disetujui karena perhitungan berdasar data riil dari warga yang berhak mendapat barang bersubsidi itu.


Supriyo Kasubag Administrasi Sumber Daya Alam Bagian Administrasi Perekonomian Setda Rembang mengatakan, usulan kuota tabung melon dirumuskan bersama stakeholder lain. Melibatkan Bidang Perdagangan Dinperindagkop dan UMKM yang mengetahui data detail UKM serta 6 agen gas elpiji yang ada di wilayah setempat.

"Untuk tambahan gas LPG tabung melon nanti bersama stakeholder lainnya akan dirumuskan bersama-sama," jelasnya.  

Supriyo melanjutkan pengajuan kuota tahun depan dihitung berdasarkan jumlah penerima rastra,  tambahan KK baru tahun berjalan dan pelaku usaha kecil dan mikro. Namun untuk realisasi tentunya sepenuhnya menjadi kewenangan PT Pertamina MOR IV Jateng-DIY di Semarang.

"Jumlah kuota tahun depan akan di hitung dari jumlah penerima rasta, tambahan KK baru dan UMKM kecil dan untuk hasilnya nanti juga menunggu dari pihak yang berwenang dalam hal ini," tuturnya.

Supriyo sampaikan untuk memudahkan permintaan alokasi tabung melon sengaja tidak dihitung dalam Metrix Ton melainkan dalam unit satuan, total mencapai 8.404.656 tabung. Dengan rincian untuk keluarga miskin sejumlah 5.452.512 tabung dan ukm sebanyak 2.952.144 tabung yang bisa diartikan semula 5.877.532 tabung bertambah 252.7274 tabung atau naik sekira 43%.

Dalam kurun waktu tiga tahun belakangan jumlahnya terus bertambah. Kouta tahun 2015 sebanyak 11,789 metrik ton (MT), 2016 naik menjadi 13,128 MT dan 2017 ditambah menjadi 13,703 MT dengan pengertian per MT setara 1.132,6738 liter. (rtw)

No comments

Powered by Blogger.