Minimnya Teknologi Dan SDM, Penyelidikan Pelaku Pembobolan ATM Terendat

(Lintas Rembang) - Penyelidikan pelaku pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Kaliori sedikit tersendat. Pasalnya teknologi dan sumber daya manusia yang ada di Rembang untuk menguak ciri-ciri pelaku masih sangat minim.


Kapolsek Kaliori AKP Susastyo mengungkapkan, untuk rekaman dari CCTV masih belum bisa dibuka oleh teknisi yang ada di Rembang. Oleh karena itu dirinya mengatakan pihak managemen Bank Jateng akan memanggil teknisi dari Pati ataupun Kudus untuk membuka bukti rekaman tersebut.

"Mudah mudahan dengan bukti rekaman itu bisa menggambarkan ciri-ciri pelaku," imbuhnya.

Namun demikian Susastyo menjelaskan dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) petugas indentifikasi Polres menemukan beberapa sidik jari, bekas ban mobil, dan tali sling yang diduga digunakan pelaku untuk merusak mesin ATM. Diperkirakan pelaku mengikat mesin ATM dengan tali sling kemudian ditarik menggunakan mobil.
 
"Di TKP ditemukan beberapa sidik jari dan barang bukti, dari temuan itu selanjutnya akan diolah kembali untuk memastikan indentitas pelaku.,"tuturnya.

Ia menyebutkan untuk jumlah uang yang ada di mesin atm berjumlah sekitar Rp. 100 juta lebih. Namun demikian uang tersebut masih aman berada didalam mesin karena para pelaku gagal melakukan aksinya.

"Untuk isi dari mesin tadi dari managemen cabang Rembang bilang kalau Rp. 100 juta ada karena itu kan lama belum di isi dan pengisian biasanya 2 bulan sekali,"jelasnya.

Dirinya berharap kepada pihak terkait agar cctv tidak hanya dipasang didalam saja tapi juga dipasang dibagian luar mesin atm. Hal tersebut dimaksudkan untuk memudakan petugas untuk menyelidiki ciri dan identitas pelaku jika terjadi tindak kriminal pembobolan atm.

Ini kali kedua di Kecamatan Kaliori terjadi pembobolan Mesin ATM. Sebelumnya para pelaku hanya menggunakan linggis untuk menjebol mesin ATM. (rtw)

No comments

Powered by Blogger.